h1

Matahari Olahraga Indonesia

June 29, 2009

matahari

Mangombar Ferdinand Siregar, “Olahraga adalah kehidupanku, olahraga adalah pengabdianku”. Sebuah biografi dari seorang “Teknokrat Olahraga” diluncurkan pada tanggal 11 November 2008 tepat di hari ulang tahunnya yang ke 80. Sebuah usia yang tidak muda lagi namun semangat “opa”untuk tetap memajukan olahraga Indonesia betul-betul luar biasa.
Mereka berbicara tentang M.F. Siregar :
Aburizal Bakrie (Menkokesra), “Pengabdian beliau yang selalu prima dalam sejarah pembinaan olahraga Indonesia, khususnya di bulutangkis di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu puncak jasa beliau bersama seluruh pengurus PBSI periode 1989-1993 adalah diraihnya dua medali emas cabang olahraga bulutangkisdi Olympiade Barcelona tahun 1992. Lagu Indonesia Raya berkumandang mengiringi pengibaran sang Merah Putih di arena tersebut.”
Adhyaksa Dault, (Menegpora), “Sumbangan pemikiran dari M.F Siregar yang kritis dan aplikatif tidak hanya berguna untuk menata keolahragaan nasional masa kini, tetapi juga dalam membangun landasan olahraga Indonesia yang lebih kokoh dalam menghadapi masa depan yang lebih kompetitif.”
Rita Subowo, (Ketua KONI), “M.F Siregar adalah pecinta olahraga sejati. Seluruh hidup beliau telah dihabiskan dalam dunia olahraga. Untuk itu sangat beralasan bila IOC menganugerahkan penghargaan emas L’Ordre Olympique kepadanya, sekelas dengan dua pembina olahraga terkemuka Indonesia, yakni almarhum Sri Sultan Hamengku Buwono IXmantan ketua KONI Pusat dan almarhum R. Maladi mantan Menpora pada masa Presiden Soekarno”.
Sutiyoso, (Ketua PBSI 2004-2008), “Sebagai seorang yang telah berkelana dari zaman ke zaman di dunia olahraga, beliau telah banyak mengalami bahkan menjadi pelaku perjalanan olahraga Indonesia, yang manis dan pahit, landai dan terjalnya tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai tujuan yaitu prestasi tertinggi”.
Try Sutrisno, (Ketua PBSI 1985-1993), “Dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai Ketua Bidang Pembinaan, Pak Siregar mampu menunjukkan profesionalitas yang optimal. Hal itu terlihat pada saat Ketua Umum PB PBSI mengambil langkah-langkah strategis untuk membuat Pelatda-pelatdadalam rangka pembinaan serta mencari bibit-bibit atlet dari daerah yang potensial, Pak Siregar sangat mendukung dengan berbagai cara dan metoda agar maksud dan tujuan didirikannya Pelatda dapat tercapai”.
Yakub Oetama, (Pemimpin Umum Harian Kompas), “Teknokrat Olahraga, gelar yang tepat untuk M.F Siregar, pembina dan pelatih olahragawan Indonesia. Ia aktif sebagai pembina dan pelatih selama 46 tahun, sebagain besar dari hidupnya. Ia termasuk sosok olahraga yang lengkap. Kecuali mempunyai kemampuan teknokratis ia juga seorang pembina dan sekaligus olahragawan”.
Susy Susanti (Peraih Medali Emas Olympiade 1992), Opa adalah figur pengurus olahraga yang sangat kebapakan dan selalu bisa menjelaskan apa saja secara ilmiah. Dia selalu mencari tahu dari negara-negara maju seperti Jerman apalagi mengenai perkembangan teknologi olahraga. Dia selalu mau mendengar orang lain dan sangar perhatian”.
Akbar Tandjung (Menpora 1988-2003),“saya merasa mendapatkan asisten yang menguasai keolahragaan di Indonesia. Pak Siregar adalah salah saru yang berkecimpung di olahraga sejak muda. Beliau sering disebut teknokrat olahraga. Beliau banyak memberi masukan kepada saya sebagai menteri untuk pembangunan olahraga Indonesia.
Hendry Ch. Bangun (Wapemred Warta Kota), “Yang membuat dia berhasil di bulutangkis saya kira karena dia netral, tidak ada hard feeling atau subyektif, dan berlapang dada. Banyak yang secara tertutup dan terbuka menyepelekan dia karena miskin pengalaman di olahraga itu. Tapi karena dia tidak peduli, Pak Siregar menganggapnya masukan bagus dan tetap berkomunikasi. Di tengah kekakuan dan sikap rezim orde baru, yang militeristik bahkan feodal di PBSI, kehadiran Pak Siregar membuaat suasana cair dan terbuka. Pelatih dan pemain senang berkomunikasi dengan dia, sehingga tahu keinginan mereka”.
Munas Tundang (Wartawan Olahraga Senior), “Sebagai guru, Siregar selalu bertindak santun dalam menyampaikan informasi penting dengan gaya tidak menggurui. Padahal ilmu olahraganya segudang. Ilmu dan informasi tersebut diperolehnya dari pakar-pakar olahraga dari AS, Rusia, China, Jepang, Jerman dan Korea Selatan. Setiap pulang dari kunjungan ataupun kegiatan olahraga di luar negeri, Siregar selalu menginformasikan kepada wartawan mengenai kemajuan-kemajuan baru olhraga di negara-negara tersebut. Tak ayal, wartawan olahraga menjulukinya sebagai, Suhu Olahraga”.
M. F. Siregar berbicara tentang Mereka :
Sri Sultan Hamenku Buwono IX (Ketua KONI 1967-1986)
Kepemimpinannya mengandung keteladanan, pembimbingan, komunikasi kerkyatan, kesederhanaan, dan kebapakan. Di mata masyarakat olahraga Sri Sultan Hamengku Buwono IX adalah Bapak Olahraga Nasional. Beliau memiliki kemauan politik untuk memajukan olahraga sebagi bagian dari perjuangan bangsa dan negara.
D. Suprajogi (Ketua Umum PB PRSI 1953-1983)
Salah satu jiwa kebesarannya adalah memperjuangkan cabang olahraga bulutangkis agar dipertandingkan di Olimpiade 1992. Pada waktu itu Suprajogi adalah anggota Komite Olahraga Internasional (IOC).
Try Sutrisno (Ketua PBSI 1989-1993)
Yang paling menonjol adalah sfat kebapakannya, tekad mempersatukan semua unsur, semangat kebersamaan, rendah hati, musyawarah, cinta kepada yang ditekuninya, dan religius. Try Sutrisno selalu menekankan tiga faktor yang harus diipenuhi untuk bisa mencapai prestasi yaitu :
1.Motivasi juang yang tinggi.
2.Latihan yang kontinyu

Disiplin dalam setiap pelaksanaan harus tetap diipegang teguh pada saat latihan, pada saat pertandingan, dan setelah pertandingan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: