h1

Tahu Lethok

May 5, 2009

Selesai mengikuti diklat Evaluasi Pelatih Klub Usia Dini di Jakarta, menyempatkan diri menengok kampung kelahiran melihat dari sisi pembangunan meningkat pesat. Tetapi ada yang statis sejak dulu yaitu soal sarapan pagi, dari zaman Jepang sampai zaman milleneum ini yang namanya nasi gudhangan plus sambel lethok, tetap tersaji saat sarapan pagi. Apalagi lethoknya “mbah Gendhong” Menu sarapan khas di Jonggrangan Lintas Generasi. Sama halnya alumni SGON Klaten ketika bernostalgia ke Desa Jonggrangan pasti akan terkesan dengan nikmatnya sarapan yang bernama lethok. Sambal warna merah kecoklatan dengan tahu kempong dilengkapi dengan sayur “gudhanga” plus “karak/krupuk” dengan segelas teh hangat, pancen uenak tenan. Jualan dari pagi buta ini selalu terjual habis sekitar jam 08.00 wib, sungguh mak nyoos tenan. Terbayang dalam anganku jika…… suatu saat lethok dikelola secara profesional, di jual di sebuah restoran. Sungguh suatu surprise. Betul-betul jadi sajian makanan yang Khas. Atau Jangan-jangan di aku makanan khas negeri tetangga?
Download resep Lethok di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: