h1

PEMBINAAN OLAHRAGA DAN PENGUKURAN

March 5, 2009

Sebuah pernyataan salah dalam olahraga yang menyatakan bahwa atlet dilahirkan. Suatu kesalahan sebab atlet harus dibina dan ditempa sedini mungkin. Dalam mempersiapkan melatih atlet diperlukan kerjasama dari berbagai pihak serta perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang itensif.

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan :
1.Informasi
Informasi yang lengkap diperlukan ketika akan memulai latihan. Tentang anak yang akan di latih. Dari setiap anak perlu diketahui kondisi umum, minat, ketrampilan yang sudah ada, serta pengetahuan olahraga. Informasi diperlukan untuk mengadakan klasifikasi dari anak dan dapat di gunakan untuk menentukan tujuan yang hendak di capai dari masing-masing kelompok individu. Untuk informasi diperlukan pengukuran kekuatan otot, ketahanan, serta keadaan fisik. Dari hasil pengukuran maka dapat ditentukan secara obyektif.
2.Penentuan tujuan latihan
Tujuan latihan ditentukan pelatih untuk menentukan apa yang hendak dicapai. Sebagai contoh tujuan latihan umum atlit harus mempunyai kondisi yang baik dari jantung, paru, otot dan alat lain dari tubuh. Atlit harus tahu dasar hubungan antara kekuatan dan gerakan. Tujuan latihan dibuat bertingkat yaitu dari tingkat umum sampai ke tingkat khusus untuk mencapai prestasi yang tertinggi.
Tujuan latihan lanjut itu sudah lebih kongkret. Tujuan latihan lanjut ini sudah mengarah ke suatu cabang olahraga tertentu. Sebagai contoh dalam cabang olahraga tenis meja. Pada latihan dasar para calon harus sudah mempunyai pengetahuan dan ketrampilan untuk bermain tenis meja. Pada latihan lanjut para calon harus dapat melakukan forehand stroke, backhand stroke.
Tujuan yang lebih terinci, ialah calon harus dapat serve dengan bola melambung 12 cm di atas telapak tangan terbuk. Dari robot pelempar bola anak harus dapat mengembalikan bola 10-20 bola dengan kecepatan tertentu dan seterusnya.
Tujuan latihan meliputi aspek kognitif (pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintetis dan evaluasi. Tujuan afektif (penerimaan, tanggung jawab, penghargaan, dan sifat terhadap cabang olahraga)
Tujuan latihan psikomotorik (gerakan umum, gerakan khusus, dan kreasi gerakan serta perubahan sikap)
3.Pembuatan Hipotesis
Ketika tujuan latihan telah ditetapkan, bagaimana cara untuk dapat mencapai tujuan itu. Setelah informasi dianalisis serta tujuan latihan ditetapkan maka dapat dibuat suatu hipotesis untuk memecahkan permasalahan. Misalnya dalam tenis meja posisi kaki yang sejajar pada saat memukul forehand akan menyulitkan anak dalam mengembangkan pukulannya. Selanjutnya hipotesis ini diterapkan dalam latihan.
4.Penentuan Prosedur Latihan
Prosedur latihan dalam bentuk intruksi yang berdasarkan informasi, tujuan latihan dan hipotesis maka intruksi yang dibuat akan lebih mengarah.
Sumber : Dasar-dasar Untuk Pembina Pelatih dan Atlit, Prof Dr Soekarman,  CV Haji Masagung, Jakarta, cet 2, 1989.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: