h1

Kita Dibiarkan Berjalan Tanpa Beban

Agustus 22, 2020

Entah siapa yang menulis postingan ini, sangat bagus untuk dibaca. Monggo disimak.

Apabila kita telah berusaha dan bekerja keras.

Apabila kita telah jalani Sholat yang lima waktu.

Apabila kita sudah melakukan Sholat Dhuha, Tahajud, Dzikir, Sholawat dan DOA. Namun tetap miskin juga. Tak perlu minder apalagi protes pada-NYA. Seorang anak bertanya kepada ibunya : “Ibu, mengapa kita miskin?” Dengan tenang sang ibu berkata : “Nak, hidup ini seperti jalan-jalan di Supermarket. Semua orang boleh memilih dan membawa barang apa saja yang ia inginkan. Siapa yang membawa sepotong roti, maka ia harus membayar seharga sepotong roti, Siapa yang membawa tiga potong roti, iapun harus membayar tiga potong roti. Sementara kita tak mungkin membawa apa². Karena tak punya uang untuk membelinya. Dipintu kasirpun kita tak akan diperiksa, dibiarkan jalan begitu saja. Begitu pula kelak di Hari Kiamat Nak. Saat orang² kaya antri menjalani pemeriksaan untuk dimintai pertanggung jawaban”.

Saat orang² kaya ditanya tentang, Darimana hartanya mereka peroleh ?. Dan kemana hartanya mereka gunakan ?.

Kita dibiarkan terus berjalan tanpa beban. Lebih enak bukan !. Apakah engkau masih juga belum bisa menerima ?. Anakku, “Jika kita memang ditakdirkan menjadi orang miskin, BERSABARLAH SEJENAK, Karena setelah kematian, kemiskinan itu akan sirna. BERPIKIRLAH POSITIF, Barangkali, jika kita kaya belum tentu bisa lebih bertakwa. Mungkin juga, dengan kemiskinan kita akan lebih mudah meraih SURGA-NYA. JANGAN PERNAH MINDER, Karena kaya dan miskin bukanlah ukuran Mulia dan Hinanya manusia.

Tetaplah berprasangka baik pada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.Singkirkan rasa iri , cemburu & buanglah tanda tanya,Tentang Kehendak-NYA Pembagi Nikmat. Mungkin jatah yang buat kita masih tersimpan di SURGA.Menunggu kita Siap Menerimanya….

Ingatlah apa yang disampaikan Rasulullah.. Bahwa “sesungguhnya kekayaan itu bukan terletak pada harta benda, melainkan pada ketenangan hati dan jiwa”. Semoga yg bilang aamiin semua menjadi orang yang pandai mensyukuri akan nikmat dan karunia yang Allah swt berikan.

Aamiiin ya rabbal’alamin. Barokallahu fiikum

h1

PADA AKHIRNYA SEMUANYA BERAKHIR SAMA

Agustus 22, 2020

SAAT USIA 50- AN…. “CANTIK DAN JELEK, SAMA SAJA”. (tak peduli seberapa cantiknya kamu, di usia itu kerutan, darkspot, kulit kendur, tak bisa terus kamu sembunyikan dengan Gincu dan bedakmu).

SAAT USIA 60-AN… “PENDIDIKAN TINGGI DAN PENDIDIKAN RENDAH, POSISI TINGGI DAN POSISI RENDAH, SAMA SAJA”. (Setelah semua pensiun, tak ada lagi boss atau bawahan).

SAAT USIA 70- an… “RUMAH BESAR DAN RUMAH KECIL, SAMA SAJA”.(Tulang sendi lutut dan kakimu semakin tua, semakin sulit untuk bisa bergerak; sekarang kamu cuma butuh ruang kecil untuk bisa duduk).

SAAT USIA 80- an…(kalau msh hidup) “PUNYA UANG DAN TIDAK PUNYA UANG, SAMA SAJA” .(saat itu uangmu tak lagi bisa membeli steak yg lezat, gulai, rendang, dll, karena Tubuhmu tak lagi bisa dimasuki bnyk makanan, lidahmu sudah tak punya rasa, dan kamu tak bisa lagi ke tempat di mana kamu bisa menghabiskan uangmu).

SAAT USIA 90- an… “TIDUR DAN BANGUN, SAMA SAJA”, (karena setelah bangun, kamu tetap tidak tahu apa yg akan kamu lakukan)

SAAT AJALMU TIBA…. “KAYA DAN MISKIN, SAMA SAJA”. Kamu hanya dimasukkan ke dalam tanah yang ukurannya sama; orang2 akan menangisi kamu kemudian melupakanmu, karena mereka sudah dipenuhi oleh persoalan hidupnya masing-masing.

Oleh karena itu, semasa hidup, _jangan terlalu tinggi hati_ atas apa yg kita MILIKI, karena kita akan berakhir SAMA. _JANGAN Terlalu Keras mencari uang sampai lupa amal ibadah bekal akhirat nanti_, karena PADA AKHIRNYA kamu tak memiliki APA2…*” terkecuali Amal Kebaikan Dan Ibadah “Yg akan di bawa Di Akhir Cerita…

h1

REZEKI YANG TIDAK DISADARI

Agustus 21, 2020

Dulu, saya mengira sholat dhuha, sholat tahajjud, membaca Al Qur’an dan membaca zikir itu dapat menjadi penyebab terbukanya pintu rezeki (dapat kekayaan harta). Padahal justru ibadah-ibadah itu sendiri adalah rezeki. Karena yg saya pahami bahwa rezeki itu adalah berwujud uang, gaji yg besar, banyak order , banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan di bank, punya banyak aset, seperti kendaraan, properti disana-sini Intinya rezeki itu adalah: “HARTA”

Namun setelah mencari tahu lebih dalam tentang apa makna rezeki dalam Islam, ternyata saya salah besarBahwa ternyata, langkah kaki yang dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu, itu adalah rezeki.Langkah kaki yg dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid adalah rezeki. Hati yg Allah jaga jauh dari sifat iri hati, dengki, dan kebencian, adalah rezeki.Punya temen yang sholeh dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rezeki.

Saat keadaan sulit serta penuh keterbatasanpun itu juga rezeki, karena mungkin jika kita dalam keadaan sebaliknya justru akan membuat kita condong bersikap kufur, sombong, angkuh dan bisa lupa diri.Punya orang tua yang sakit-sakitan, ternyata itu adalah rezeki, karena itu merupakan ladang amal pembuka pintu surga bila kita tulus Ikhlas mengurusnya. Tubuh yang sehat adalah rezeki. Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rezeki karena sakit adalah penggugur dosa.

Dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk2 rezeki yang kita tidak sadari. Suami istri dan anak2 sehat itu rezeki, anak-anak dapat bersekolah lancar itu rezeki. Hidup rukun sama tetangga itu juga rezeki. Bahkan bila Anda mendapatkan kiriman kajian tausiah keagamaan yg mengajak dan mengingatkan tentang kebajikan, itu juga rezeki, karena Anda akan mendapatkan ilmu darinya. Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita serba berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kesenangan, padahal begitu banyak hak Allah yang belum mampu atau tidak kita tunaikan.

Astaghfirullah

ۚ ﻭَﻣَﺎ ٱﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓُ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎٓ ﺇِﻻَّ ﻣَﺘَٰﻊُ ٱﻟْﻐُﺮُﻭﺭِ

“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (Al-Hadid – 57:20)

Semoga bermanfaat.

Aamiin.