h1

Buya Syafei Maarif Lama Ikut Antrian Pasien

Mei 29, 2022

Lelaki tua itu mendekati meja petugas dan bertanya:

“Masih lama saya antrinya…???”

Sambil memeriksa lokasi, si petugas menjawab: “Masih pak…karena lagi banyak pasiennya”

Mgkn itu nampak spt percakapan biasa di sebuah RS. Tp bayangkan kalo sosok tua itu adalah Buya Ahmad Syafii Maarif, Ketua Umum PP Muhammadiyah thn 1997-2005, dan RS yg dimaksud adalah RS PKU Muhammadiyah, RS milik organisasi yg dulu pernah dipimpin olehnya.

Buya pun kembali duduk di deretan bangku antrian pasien. Sama spt kebanyakan pasien lainnya……
Biasanya setiap chek-up rutin, Buya mengantri seorg diri.

Sosok berusia 85 thn ini tak menunjukkan wajah marah meski hrs antri lama. Apalagi merasa hrs diperlakukan istimewa. Justru Buya tak pernah mau diperlakukan lebih dan diprioritaskan.

Para pegawai RS PKU sering ingin memberi akses terlebih dahulu ke Buya Syafii (para pasien lain tentu akan memaklumi). Justru Buya-nya sendiri yg tidak mau diistimewakan spt itu. Kebalikan dgn mayoritas elit politik dan para pejabat hari ini, yg suka dan minta utk terus dilayani.

Bukan kali ini aja, sudah berulang kali di berbagai tempat, Buya Syafii bikin bnyk org terperanjat. Pernah ‘tercyduk’ makan di angkringan, beli sabun cuci di warung, berangkat ke acara seminar dgn mengayuh sepeda, naik kereta umum ke Istana Negara, dan berbagai momen lain dimana beliau berbaur dgn rakyat jelata.

Semua itu menjadi biasa bagi Buya. Namun sgt tidak biasa di tengah situasi bangsa yg kerap kehilangan teladan & kearifan. Para elit justru mempertontonkan keangkuhan & kemewahan di tengah kesengsaraan rakyat. Minta diperlakukan & dilayani selangit, padahal entah apa konstribusinya utk bangsa selama ini.

Beliau inilah contoh seorg ulama.
Kelembutan & kearifan yg dibawakan beliau bagaikan mutiara di tengah tumpukan sampah.

Kpd org spt beliau inilah para pejabat negeri ini seharusnya bnyk belajar.
Juga bagi sebagian org yg mengaku dirinya sbg ulama, tp berperilaku kasar, suka menghina, menghasut, memfitnah & menebar berita² bohong….

Salam hormat Pak Buya Syafii Maarif 🙏

(Copas crt lama th 2020)👆🏼

Innalillahi wa’inna ilayhi roji’un. Selamat jalan sang guru bangsa: Buya Syafii Maarif

h1

Pramono U Tantowi: Catatan Buya Syafei Maarif

Mei 29, 2022

Selama menjabat sbg Ketua Umum PP Muhammadiyah (1999-2005), Buya Syafii mendapat dukungan finansial dari beberapa pengusaha Muhammadiyah utk mendukung mobilitasnya. Terutama jika ada undangan mendadak dari PWM/PDM di berbagai daerah. Buya tdk mau merepotkan staf di sekretariat. Uang yg diterima Buya itu digunakan utk membeli tiket pesawat (PP), penginapan, serta sumbangan utk PWM/PDM atau Amal Usaha yg dikunjungi. Tradisi di Muhammadiyah memang begitu. Pimpinan yg diundang ke daerah bukannya diberi amplop. Kebanyakan malah ninggalin amplop.

Suatu ketika, beberapa minggu menjelang Muktamar Muhammadiyah ke-45 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2005. Salah satu pengusaha bercerita, bahwa Buya menyerahkan laporan secara lengkap soal uang itu: tanggal berapa saja diterima, jumlahnya berapa, dan total uang yg diterima. Lalu ada juga rincian pengeluaran: tanggal berapa pergi ke mana, harga tiket (PP) berapa, biaya penginapan, serta amplop tinggalan.

Dari laporan itu ternyata masih ada sisa uang kira2 Rp. 19 Juta. Pengusaha itu bercerita bahwa Buya bertanya, sisa uang itu harus dikembalikan ke mana. Pengusaha itu setengah tdk percaya. Ia bahkan tdk pernah menghitung uang yg diberikan ke Buya, tapi malah Buya yg mencatat lengkap berapa yg diterima, berapa yg dikeluarkan, berapa sisanya, dan masih ingin mengembalikan sisanya.

Uang Rp. 19 Juta, meski itu tahun 2005, tentu hanya receh bagi tokoh sekelas Ketua Umum PP Muhammadiyah. Tapi begitulah Buya. Ia terbiasa hidup bersahaja. Ia tdk akan mengambil yg bukan haknya. Ia juga seperti tdk butuh apa2. Kediriannya sdh sangat besar, jauh melebihi segala aksesoris, apakah itu berupa baju, barang2 bermerk, rumah, kendaraan, atau ajudan. Dan itu semua sikap hidup yg otentik. Bukan basa-basi, dibuat2, apalagi pencitraan.

Itu hanya contoh kecil. Cerita2 serupa banyak sekali yg didengar para aktivis AMM pada awal tahun 2000an. Buya memang memimpin Muhammadiyah dg keteladanan. Tapi sayangnya, kami tidak mampu mencontohnya. Paling jauh kami hanya bisa menjadikannya cermin.

Hingga suatu ketika, ada seorang senior saya pernah berkomentar gini: buya itu sikap zuhudnya terlalu ekstrim. Kita gak akan sanggup mengikutinya. Senior lain malah bilang: kalau melihat sikap hidup Buya, saya jadi merasa gak pantas kalau masuk jajaran 13 PP Muhammadiyah.

Inna li-Llahi wa inna Ilaihi roji’un.
Selamat jalan, Buya Ahmad Syafii Maarif (31 Mei 1935 – 27 Mei 2022).

Pramono U Tanthowi

h1

Sholat Idul Fitri di Majelis Taklim Al Madani Kapuas

Mei 2, 2022

Majelis Taklim Al Madani Kapuas Jalan Cilik Riwut, Kapuas mengadakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1443 H. Bertindak sebagai Imam H. Aspihani dan Khatib Habib Zein Bin Umar Al Hiyed.