h1

Masuklah Ke Rumah Orang Dalam Keadaan Buta Keluar Dalam Keadaan Bisu

September 11, 2021

Saat berkunjung seorang teman bertanya, “Berapa gaji mu sebulan kerja di tempat itu?”

Ia menjawab, “1.300.000 “.

“Hah… Hanya 1.300.000 ? Sedikit sekali ia menghargai keringat mu. Apa cukup untuk memenuhi keperluan hidup mu? Kenapa engkau tidak meminta kenaikan gaji ?”

Sejak saat itu ia pun merasa benci dengan tempat kerjaannya, lalu ke esokan harinya ia meminta kenaikan gaji pada pemilik tempat kerja, pemilik itu menolak dan akhirnya ia di pecat. Kini akhirnya ia tidak ada sumber pendapatan dan menganggur.

Saat arisan seorang ibu bertanya, “Rumah mu ini apa tidak terlalu sempit? bukankah anak-anak mu banyak? Kenapa engkau tidak mencoba kredit rumah baru ?”

Sejak saat itu rumah yg tadinya terasa lapang dan menyenangkan mulai ia rasakan sempit. Dan ketenangan pun semakin hilang saat keluarga ini mulai sering stres terlilit hutang, dan karena ia tidak sanggup membayar cicilan, akhirnya rumahnya pun di sita oleh bank.

Saat menjenguk seorang saudara laki-laki bertanya kepada adik perempuannya yg baru saja melahirkan, “Hadiah apa yang diberikan suami mu setelah engkau melahirkan?”

“Tidak ada”, Jawab adiknya pendek.

Saudara laki-lakinya berkata lagi, “serius, apa engkau tidak berharga disisi suami mu? Aku saja sering memberi hadiah istriku walau pun bukan di hari-hari istimewanya”.

Siang itu, ketika suaminya lelah pulang dari bekerja meja makan pun kosong, dan ia mendapati istrinya murung di dalam kamar, keduanya lalu terlibat pertengkaran. Sebulan kemudian, suami-istri ini akhirnya bercerai karena si istri berpikir suaminya tidak mampu membahagiakannya.

Saat bermain kerumah seorang tetangga bertanya pada nenek tua, “Berapa kali anak mu mengunjungi mu dalam sebulan?”

“Sebulan sekali”. Jawab sang nenek.

Sang tetangga pun menimpali “Wah keterlaluan sekali anak mu itu. Di usia senja seperti mu ini seharusnya ia mengunjungi mu lebih sering, kenapa engkau tidak memintanya setiap seminggu ? “.

Hati si nenek itu pun menjadi sedih, padahal tadinya ia amat rela jika hanya dikunjungi sebulan sekali oleh anaknya, sebab anaknya sibuk bekerja di luar kota, kini sang nenek jadi sering menangis dan tertekan, hingga akhirnya sakit, anaknya pun terpaksa kini harus pulang pergi ke tempat kerja meski jauh, dan karena sering telat, akhirnya ia di pecat.

….

Sejujurnya, apa sebenarnya keuntungan yang diperoleh ketika kita bertanya seperti pertanyaan-pertanyaan di atas itu?

Maka masuklah ke rumah orang lain dalam keadaan buta dan Keluarlah dari rumah orang lain dalam keadaan bisu. Apa yg kamu lihat dan dengar di dalam rumah mereka BUKANLAH URUSAN MU !!

Sebab bila ada bom pertengkaran yg meledak, Bisa jadi, kitalah sebenarnya yg menyalakan sumbunya.

✍ Habibie Quotes, 10 Maret 2017
Sumber: diterjemahkan ulang dari akun Mohammed Osman dlm bentuk bhs arab.
•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

h1

Bukan Cerita Misteri

September 4, 2021

Tamu “Apakah kamar no 39 kosong?”
Bellboy “Kosong pak!”
Tamu “Boleh saya gunakan?”
Bellboy “Tentu pak!”

Setelah memboking kamar tersebut si tamu bermaksud menemui manager hotel untuk minta 3 benda yaitu sebilah pisau berwarna hitam, benang putih panjang 59 cm dan warna oranye 79 cm.

Meskipun agak aneh tapi manager hotel bersedia memenuhi permintaan sang tamu.

Tapi karena penasaran sang manager pun akhirnya tidur di kamar no. 40 tepat di sebelahnya.

Diapun menunggu, tidak tidur. Akhirnya tepat tengah malam terdengar suara – suara aneh dari dalam kamar no 39.

Terdengar suara merintiiiih, piring pecah, dan benturan – benturan didinding.

Setelah pagi si tamu pun berkemas menuju lobi hotel untuk cek out dan tak lupa memberi tips yang lumayan besar pada bellboy.

Manager hotel yang penasaran akhirnya menceritakan semuanya dan mengajak bellboy untuk memeriksa kamar 39 dan ternyata seemuanya rapih, tak ada 1 benda pun yang rusak.

Dalam hati dia bertanya apa yang dilakukan tamu itu?.

Setahun berlalu dan tepat tanggal 9 bulan 2 si tamu itu datang lagi.

Memesan kamar no 39, meminta sebilah pisau hitam, benang putih 59 cm dan oranye 79 cm.

Manager yang masih penasaran kembali menguping lewat kamar sebelah.

Kembali terdengar suara – suara aneh, paginya si tamu bergegas, tak lupa memberi tips yg besar.

Tahun ke 3, pada tanggal yang sama tamu itu datang lagi, dengan permintaan yang sama.

Kamar 39, pisau hitam benang putih dan oranye, Kali ini si manager harus tau apa sebenarnya yang dia lakukan.

Setelah pagi tiba ketika si tamu hendak pergi meninggalkan hotel buru – buru si manager mencegatnya.

Manager “Mohon maaf tuan apa saya boleh tanya 1 hal?”

Tamu “Tentu saja pak, apa itu?”

Manager “Saya penasaran apa yang sedang bapak lakukan tadi malam di kamar 39?”

Tamu “Bila saya beritahu bapak, apa bapak berjanji akan menjaga rahasia dan tidak memberitahu siapapun?”

Manager “Ya pak saya berjanji tidak akan memberitahu siapapun tentang hal ini!”

Manager tersebut benar benar “menepati janjinya” dgn sungguh sungguh untuk tidak memberitahu kepada siapapun tentang apa yang dilakukan tamu tersebut di kamar 39.

Oleh sebab itu sampe sekarang kita tidak tau ada apa di kamar 39 tersebut, karena manager hotel tersebut tidak pernah manceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun, termasuk yg lagi baca cerita ini.
TETEP SEHAT & TETAP SEMANGAT

h1

PENIPU YANG TERTIPU

September 4, 2021

Kisah ini diawali oleh seorang lelaki miskin dan lugu dari pelosok desa, menjual gula merah yang dibuat oleh isterinya.

Sang Isteri selalu membuat gula merahnya berbentuk bulat dengan berat 1 kg.
Secara rutin Sang Suami menjual gulanya ke sebuah toko sembako di pinggiran pasar. Sementara pulangnya ia selalu membeli kebutuhan harian mereka, sekadar kebutuhan makan sekeluarga, diantaranya membeli 1 kg BERAS.

Suatu hari,
ada seorang pelanggan tetap komplain kepada pemilik toko sembako, tentang belanjaannya.
Gula merah yang dibeli, berat timbangannya dirasa kurang.
Pemilik tokopun curiga, kemudian ia mencoba menimbang gula merah yang tersisa di tokonya.
Ternyata benar, beratnya tak sampai 1 Kg, hanya 900 Gram.
Tangannya gemetar, mukanya memerah, iapun naik darah, marah !
Seketika itu, dalam pikirannya langsung menuduh, bahwa penjual gula merah telah curang dan menipunya.
Besoknya,
Pemilik toko mendatangi keluarga pembuat gula merah, sambil membawa sisa gula dagangannya.

“Jadi selama ini kalian telah menipuku !
Berapa banyak kerugian yang aku alami !”, teriaknya.
“Kalian bilang, gula merahmu ini 1 Kg, ternyata hanya 900 Gram saja !”

Lelaki miskin itu hanya mampu menundukkan kepalanya dan berkata dengan nada ketakutan : “Ma’af pak, Kami ini orang miskin. Kami tak punya timbangan di rumah.
Kami membeli BERAS di toko Bapak seberat 1 Kg dan itulah yang kami jadikan timbangan untuk mengukur berat GULA buatan istri saya.”

Mendengar jawaban lelaki miskin itu,
Pemilik toko terdiam seribu bahasa, ….
Keringat dingin terasa di sekujur tubuh, lunglai rasa persendiannya,
dia ingat semua yang telah dikerjakan pada barang² dagangannya, diapun hanya bisa menunduk malu.

Intropeksi diri :
Kadang kita melihat orang lain berbuat SALAH, tapi Kita tidak sadar ternyata sumbernya justru berasal dari diri kita sendiri !

Semoga bermanfaat