h1

Kepala Disdikpora: Guru Jangan Egois dan Cuma Pikirkan Tunjangan

May 12, 2015

TONDANO – Pencairan dana tunjangan sertifikasi guru (TSG) di Kabupaten Minahasa semakin diperketat. Guru yang jarang hadir di sekolah dan jam mengajar kurang, siap-siap saja tak terima TSG. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Minahasa, Jemmy Maramis menegaskan, sebagai bukti pengetatan itu, pembayaran yang seharusnya disalur April ditunda. Karena syarat-syarat guru untuk menerima TSG masih diverifikasi. “Kita akan perketat bagi guru-guru penerima TSG. Baik dari segi jumlah jam mengajar maupun kehadiran di sekolah,” ungkapnya. Saat ini, kata Maramis, walau sudah menerima SK Dirjen, namun tak serta merta TSG dibayarkan. “Harus diverifikasi terlebih dahulu kinerja guru tersebut. Jika memenuhi syarat maka langsung dibayarkan,” tegasnya. Dia menekankan, guru jangan egois. Menikmati TSG, tetapi kualitas mengajar kurang. Guru harus sadar akan kewajibannya. “Jangan hanya memikirkan TSG namun tidak meningkatkan mutu pendidikan. Uangnya hanya dipakai untuk belanja, bukan dibelikan buku referensi atau penunjang lain,” ungkapnya. Jadi kata Maramis, TSG bukan ditahan.

“Namun kita verifikasi agar TSG disalurkan ke guru yang benar-benar layak mendapatkannya,” tukas Maramis. Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Riany Suwarno menjelaskan, TSG senilai Rp52 miliar sudah masuk ke kas daerah. “Anggaran sudah ada. Sekarang tinggal menunggu SPM dari Dikpora. Sesudah diterbitkan SPM, maka kita akan mengeluarkan SP2D. Dan akan segera mentransfer TSG ke rekening penerima,” urainya. Jika berkas dari Dikpora sudah lengkap, maka pihaknya siap cairkan. “Jika SPM sudah ada, maka beberapa hari SP2D segera terbit dan langsung dibayarkan,” pungkas Suwarno.(fog/rof/jpnn)

sumber : http://www.jpnn.com

h1

Kasih Tak Terhingga

April 22, 2015

seorang ibu ingin meminjam uang kepada anaknya yang telah mapan. Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata : ” Nak, bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu,? Ibu ada perlu buat beli beras.”. Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: ” Iya Bu, nanti Aku tanya istriku dulu”, seakan berat untuk mengiyakan, karena belum tentu isterinya mengiyakan…Ketika Sang Anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya masih ada bandrol harga Rp 50.000, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 th = 36 juta….!!!!. Dia berfikir, waktu balita dia hanya diberikan ASI oleh ibunya, harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang….Jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar?? Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia. Dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya kepadaku tanpa pamrih, dan semua itu kuterima dgn GRATIS..Maafkan anakmu yg durhaka ini yang tidak tahu balas budi.. Segera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi uang Rp 3 jt, sambil menangis ia berkata: “Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku adalah juga milikmu, do’akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu”. Sambil berkaca-kaca ada air bening di pelupuk mata ibu ia berkata: “Nak, di setiap keadaan ibu selalu berdo’a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di SURGA nanti dalam kebahagian.. Semoga Bermanfaat.(Jangan biarkan bacaan bermakna ini mengendap di bbm mu, jadikan ladang pahala dg meberikan ke orang lain..bagi PARA ISTRI ingatlah bahwa rizki dari suamimu adalah jg HAK mertuamu. Dan juga perlakukan lah ibu mertua seperti ibu kandung sendiri….Jika kalian sayang IBU kirim ke semua kontak yg ada d BBM, harap diteruskan agar semua orang tau betapa berharganya seorang IBU.
dari BBM kawan

h1

Supervisi di SDN 8 Selat Hilir

April 8, 2015

2015-04-08 09.14.47Kuala Kapuas (8/4) UPTD Pendidikan Kecamatan Selat mengadakan supervisi di SDN 8 Selat Hilir. Pengawas SD yang melakukan supervisi dipimpin oleh Rangkap Illie Jamal, S.Sos, Anggota H. Marwansyah, S.Ag, Hj. Maemunah, S.Pd.I, Acing, S.Pd.