h1

Kasih Tak Terhingga

April 22, 2015

seorang ibu ingin meminjam uang kepada anaknya yang telah mapan. Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata : ” Nak, bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu,? Ibu ada perlu buat beli beras.”. Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: ” Iya Bu, nanti Aku tanya istriku dulu”, seakan berat untuk mengiyakan, karena belum tentu isterinya mengiyakan…Ketika Sang Anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya masih ada bandrol harga Rp 50.000, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 th = 36 juta….!!!!. Dia berfikir, waktu balita dia hanya diberikan ASI oleh ibunya, harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang….Jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar?? Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia. Dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya kepadaku tanpa pamrih, dan semua itu kuterima dgn GRATIS..Maafkan anakmu yg durhaka ini yang tidak tahu balas budi.. Segera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi uang Rp 3 jt, sambil menangis ia berkata: “Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku adalah juga milikmu, do’akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu”. Sambil berkaca-kaca ada air bening di pelupuk mata ibu ia berkata: “Nak, di setiap keadaan ibu selalu berdo’a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di SURGA nanti dalam kebahagian.. Semoga Bermanfaat.(Jangan biarkan bacaan bermakna ini mengendap di bbm mu, jadikan ladang pahala dg meberikan ke orang lain..bagi PARA ISTRI ingatlah bahwa rizki dari suamimu adalah jg HAK mertuamu. Dan juga perlakukan lah ibu mertua seperti ibu kandung sendiri….Jika kalian sayang IBU kirim ke semua kontak yg ada d BBM, harap diteruskan agar semua orang tau betapa berharganya seorang IBU.
dari BBM kawan

h1

Supervisi di SDN 8 Selat Hilir

April 8, 2015

2015-04-08 09.14.47Kuala Kapuas (8/4) UPTD Pendidikan Kecamatan Selat mengadakan supervisi di SDN 8 Selat Hilir. Pengawas SD yang melakukan supervisi dipimpin oleh Rangkap Illie Jamal, S.Sos, Anggota H. Marwansyah, S.Ag, Hj. Maemunah, S.Pd.I, Acing, S.Pd.

h1

Menpan Pastikan Tidak Ada Seleksi CPNS

April 6, 2015

JAKARTA – Pemerintah sudah menyelesaikan restrukturisasi organisasi dan tata kerja pada kementerian baru. Proses selanjutnya adalah penataan pegawai.

Untuk keperluan ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Crisnandi menyatakan tidak akan ada seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk mengisi strukturstruktur baru tersebut. ”Prinsipnya kita moratorium. Tidak ada pegawai baru. Jadi pegawai yang sudah ada diberdayakan,” kata Yuddy Chrisnandi di Jakarta kemarin.

Menurut dia, ada perubahan struktur pada 13 nomenklatur baru. Namun, struktur-struktur yang berubah ini penataan pegawainya disesuaikan dengan personel yang ada. ”Diputarputarlah sesuai kapasitas dan tugas masing-masing,” ucapnya. Jika di internal struktur masih terjadi kekurangan personel, Kemenpan-RB akan melihat pola distribusi di nomenklatur lain, terutama nomenklatur yang memiliki surplus pegawai.

”Misalnya, di Kantor Wakil Presiden, Bapak Wakil Presiden mengatakan banyak sekali pegawai di sana, hampir 400 orang. Pak Wapres mengatakan butuhnya tidak lebih dari 100 orang,” ungkap politikus Partai Hanura tersebut. Dari surplus pegawai itu, akan diberdayakan untuk mengisi nomenklatur yang kekurangan pegawai. Tentunya itu tanpa melalui proses rekrutmen baru.

”Itu akan kita berdayagunakan untuk mengisi posisi yang dibutuhkan misalnya di Kementerian Kemaritiman. Kita akan komunikasikan dengan lembaga lain. Namun, peranan dan fungsinya harus sudah memadai,” paparnya. Deputi Bidang SDM Kemenpan – RB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, kerumitan dalam penataan pegawai pada nomenklatur baru sangat relatif.

Itu bergantung kebutuhan masing- masing lembaga/kementerian. Apalagi, dalam pengisian pegawai di struktur baru harus dilihat dari sisi kualifikasi jabatan dan kompetensinya. ”Yang penting, struktur organisasi sudah terbentuk. Masing- masing ada jabatannya.

Dari jabatan itu, ada standar kompetensinya. Jabatan A kompetensinya ini dan ini. Kita cari yang bisa mengisi jabatan itu adanya di mana. Basis data sudah ada,” ungkapnya. Dalam pengisian pegawai tersebut, Setiawan menyatakan, pemerintah mengutamakan pegawai yang ada di 13 kementerian dengan nomenklatur baru.

sumber : www.koran-sindo.com